Senin, 05 Desember 2011

Terjemah Manaqib Tijani

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih
Lagi Maha Penyayang

Ya Allah limpahkan rahmat atas junjunganku Muhammad pembuka yang terkunci, penutup yang terdahulu, penolong kebenaran dengan membawa kebenaran dan penunjuk jalanMu yang lurus juga atas keluarganya dengan haq pangkat dan kedudukannya yang agung ! Dengan permohonan ini, engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang diterima serta menjaga kami dari golongan orang-orang yang dihinakan, dan engkau limpahkan keridhoanMu Ya Allah, bagi junjungan dan sandaran kami Abil 'Abbas Ahmad Bin Muhammad Al-Tijany RA, juga engkau limpahkan bagi pengikutnya, pemilik kedekatan denganMu dan juga bagi kami dengan sebab mereka, serta berilah kami minuman dari limpahan berkah mereka dengan sepenuh cawan-cawan kami

"Limpahkan rahmat dan keselamatan pada Nabi, keluarga
Sahabat dan keturunannya, Quthbi al-Tijaany"
"Pujiku pada dzat keagungan dan kemulian
Karena telah anugrahi kami dengan junjungan manusia"
"Muhammad pilihan diantara utusan Allah
Baginya dan keluarga rahmat Allah"
"Dan dengan Sholawat al-Faatih yang mengungguli
Semua ibadah, serta merengkuh seluruh rahasianya"
"Juga dengan abil al-Faidl Ahmad Tijaany
Penolong orang dahulu dan yang akan tiba"
"Rutinkanlah engkau membaca shoawat al-Faatih
Dengan tatakrama, pembuka terbaik akan mendatangimu"
"Dengan pembukaan, cahaya dan seluruh rahasia
Lebih cepat dari kerlingan mata"
"Dengannya, bukakanlah gedung-gedung rahasia
Tutuplah tingkatan orang-orang baik"
"Sebagai hidayah pada Nabi terpilih dari keturunan 'Adnan
Sebagai ganti dari ahmad Tijaany"

"Dengan ini kami mencari ridho Allah al-Rohman
Serta ridho Nabi kami al-'Adnaan
"Sungguh Sholawat al-Faatih teragung perantara
Kepada nabi, berkatalah pada setiap yang bertanya"
"Dia mencukupi semua dzikir
Setiap malam dan pagi hari"
"Serta Mencukupi dari semua awraad
Dalam agama, dunia, akhirat, dan hari menghadap Allah"
"Dengan ini guru Tijaany kami berkata
Sebagai nasihat kepada seluruh pengikutnya"
"Sebab keutamaan junjungan manusia
Baginya curahan kesalamatan"
"Dan keutamaan guru kami Syeikh Ahmad al-Tijaany
Curahan keridhoan baginya senantiasa turun dari Allah"
"Serta keberkahan Ahmad al-Tijaany
Juga dari karomahnya yang tiba setiap masa"
"Anugrahi kami Tuhan, dengan ridho dan ampunanmu
Serta pengawasan dari junjungan alam dunia"
"Juga pengawasan dari Ahmad al-Tijaany
Dalam tidur maupun jaga, mengiringi perjalanan masa"
"Serta kasih sayangMu dengan ridho dan wusul padamu
Dengan hanya karena keutamaan dan anugrah dari Allah"
"Tuhanku dengan al-Faatih bukakanlah aku
Sebab al-Khaatim tutuplah aku dengan segenap rahasianya"
"Dengan al-Nashir bantulah aku atas musuh-musuhku
Dan dengan al-haadi berilah kami petunjuk jalan yang lurus"

Ya Allah Kumpukanlah kami Dalam Golongan Abil Faidl At-Tijaany
Tolonglah kami Dengan Madad Dari Khatmil Auliya Kitmaany

Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang .
Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kami termasuk golongan umat Junjungan seluruh Nabi dan Utusan ! dan mununtun kami pada Thoriqoh Khatmi para wali umat Muhammad ! Sholawat dan Salam semoga terhatukan bagi Junjungan kami Muhammad sang pembuka seluruh alam ! Pemimpin orang-orang mukmin yang bercahaya tangan dan wajah mereka dihari kiamat ! Juga atas Keluarga beliau yang sempurna bagai lautan ! Dan para sahabat yang telah menerima dan menjadi petunjuk sampai hari pembalasan ! Semoga Allah meridhoi Tuan Sandaran kami di dunia dan akhirat ! Guru Besar ! Yaquth merah yang bercahaya ! Wali Quthub yang tersimpan (al-Maktum) ! Wali Khotmi umat Muhammad yang di ketahui (antara para wali) ! Abul Faidh Ahmad bin Muhammad al-Tijany ! dan seluruh keluarga, anak turun, para Muqoddam, Sahabat dan orang-orang yang mencintai beliau dari golongan Jin dan Manusia

Ya Allah Kumpukanlah kami Dalam Golongan Abil Faidl At-Tijaany
Tolonglah kami Dengan Madad Dari Khatmil Auliya Kitmaany

Selanjutnya, Tulisan ini adalah saduran dari Kitab-kitab Thoriqoh Tijaaniyyah . Yang menerangkan keistimewaan Thoriqoh al-Ahmadiyah al-Muhammadiyyah . al-Ibrohimiyyah al-Hanafiyyah . Maka, aku berkata: Beliau adalah junjungan kami Ahmad bin Muhammad yang dijuluki dengan Ibnu Umar al-Mukhtar bin Ahmad bin Muhammad . Beliau inilah orang pertama yang menempati desa 'Ain Madli dari para junjungan itu . Beliau adalah bin Salim bin al-'Iid bin Salim bin Ahmad yang dijuluki dengan al-'Alwaany . bin Ali bin Abdullah bin Abbas . bin Abdul Jabbar bin Idris bin Ishaq bin Ali Zainal Abidin . bin Ahmad bin Muhammad yang dijuluki al-Nafsu al-Zakiyah (jiwa suci) . bin Abdullah bin Hasan al-Mutsanna (yang kedua) . bin Hasan al-Sibthi (cucu Nabi Muhammad) bin Ali bin Abi Tholib (semoga Allah memuliakan jiwanya) . dari istri Beliau Fatimah al-Zahro . tuan putri wanita surga (semoga baginya keselamatan) . putri Makhluk terbaik dan junjungan mereka yaitu utusan Allah Muhammad SAW, Semoga rahmat dan keselamatan atanya beserta keluarga dan para sahabatnya serta segenap orang muslim 

Ya Allah Kumpukanlah kami Dalam Golongan Abil Faidl At-Tijaany
Tolonglah kami Dengan Madad Dari Khatmil Auliya Kitmaany

Adapun Ibu Beliau (Syeikh Ahmad Al-Tijaany RA) Adalah intan yang terpelihara . dan mutiara yang tersimpan . Tuan putri 'Aisyah . putri tuan al-Jalil Abi Abdillah tuanku Muhammad bin al-Sanusy al-Tijany al-Madloowy . Beliau (Syeikh Ahmad RA) dilahirkan didaerah 'Ain Madhi . pada tahun 1150 dari Hijrahnya baginda junjungan seluruh utusan SAW . dan beliau (Syeikh Ahmad RA) hafal al-Qur'an dengan hafalan yang baik di hadapan guru beliau al-Ridho al-Amin tuanku Muhammad bin hamawy al-Tijaany . pada saat usia beliau (Syeikh Ahmad RA) berusia 7 Tahun, . kemudian beliau menyibukkan diri denga belajar ilmu-ilmu Ushul (Tauhid), Furu' (Fiqih), dan Adab (Tasawuf) . sehingga beliau menguasai seluruhnya . dan beliau telah belajar pada Guru beliau al-Arif billah (yang ma'rifat pada Allah) tuanku al-Mabruk Ibnu Bu'afiyyah al-Madloowy al-Tijaany . pada Syeikh (guru) ini beliau telah membaca Ringkasan Kitab Syeikh Kholil . Dan kita al-Risalah, Muqoddimah Ibnu Kholdun serta kitab al-Khdlory . Kemudian beliau meneruskan dalam mencari Ilmu selang beberapa waktu di Negara beliau . Sehingga beliau menghasilkan berbagai Ilmu yang bermanfaat . dan juga memilki beberapa jawaban (dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada beliau) dalam beberapa bidang studi Ilmu pengetahuan . sedang usia Beliau masih muda . dan Beliau (Syeikh Ahmad RA) juga mempelajari Kitab, serta mengajar dan berbicara dengan orang lain . Beliau juga menulis dan mendikte pada orang lain berbagai bidang Studi Ilmu yang bermanfaat . Seperti Hadist, Tafsir, Fiqih, Tauhid, dan lan-lain . maka siapapun yang ingin bertanya dan

mancatat dari beliau maka beliau akan mendiktenya tanpa berpikir pada setiap jawaban yang Beliau inginkan . Seakan-akan didepan beliau terdapat papan tulis. . Kedua Orang Tua Beliau (Syeikh Ahmad RA) wafat pada hari yang sama sebab wabah penyakit sampar (pes) . yaitu pada tahun 1166 (Semoga Allah Ta'ala mengasihi dan meridhoi Beliau berdua) . setelah kepergian Kedua Orang Tua Beliau (Syeikh Ahmad RA) Menuju kepada Allah al-Rofiq al-A'ala (Teman Mulia), Beliau masih tetap dengan keadaan beliau . Yaitu sibuk mencari Ilmu. Baik belajar Mengajar dan memberi Fatwa . Sehingga Beliau Berumur 20 tahun . kemudian Beliau pindah kedaerah Faz . dan disana Beliau mendengar sebuah hadist . yang menyebutkan sesungguhnya Rosulullah SAW Bersabda : Akan ada di Maghrib (Maroko) Kota yang disebut Fez . sebagai kota panutan terlurus bagi penduduk Maghrib . dan terbanyak penduduknya yang membaca sholawat . penduduknya berdiri diatas kebenaran . penentang-penentang mereka tidak mampu menyakiti mereka . Dan Allah akan melindungi mereka dari segala yang mereka benci sampai hari kiamat
Ya Allah Kumpukanlah kami Dalam Golongan Abil Faidl At-Tijaany
Tolonglah kami Dengan Madad Dari Khatmil Auliya Kitmaany

Maka, orang pertama yang Beliau temui untuk memperoleh tujuan tersebut . adalah junjungan yang mulia keturunan orang-orang mulia . Tuanku Abu Muhammad al-Thoyyib Ibnu Muhammad Ibnu Abdullah Yang terkenal dengan sebutan Alwaany . begitu juga Beliau bertemu dengan wali al-Quthb al-Kabiir Maulana Ahmad al-Shoqoly RA . dan Beliau juga bertemu di Gunung Zabib dengan junjunganku Muhammad al-Wanjaly yang terlebih dahulu berkata kepada Beliau, sebelum Beliau sempat berkata sesuatu apapun padanya . "Engkau harus mampu memperoleh kedudukan Imam al-Syaadzily" . Selanjutnya (al-Wanjaly) mengungkapkan kepada Beliau beberapa Hal yang ada didalam batinnya . kemudian mengisyaratkan kepada Beliau untuk kembali ke daerah 'Ain Maadhi. . dan juga Beliau bertemu dengan Wali yang Sholeh . cucu dari al-'Arif (Ma'rifat dengan Allah) Yang berguna . Tuanku Abdullah bin Tuanku al-'Aroby bin Ahmad bin Muhammad al-Andalusy . kemudian Beliau diskusi dengannya dalam beberapa perkara Beliau . dan terakhir yang dikatakan kepada Beliau (Syeikh Ahmad RA) . adalah : "Allah Akan Menuntunmu","Allah Akan Menuntunmu","Allah Akan Menuntunmu".

. Diantara orang yang ditemui Beliau (Syeikh Ahmad RA) adalah Tuanku Abul 'Abbas Ahmad al-Thowasyyi, yang selanjutnya mentalqin Beliau sebuah dzikir . dan kemudian Tuanku (al-Thowasyyi) berkata kepada beliau :"Lakukan Kholwat, menyendiri dan berdzikir, . serta bersabarlah sampai Allah membuka (hati) mu" . kemudian Beliau bergegas menuju ke shahra' . untuk melaksanakan perintah Sayyid al-Wanjaly . serta bertujuan mengunjungi zaawiyah (ruang sholat) Syeikh Abdul Qodir bin Muhammad al-Abyadl . maka Beliau diam disana beberapa saat . selanjutnya Beliau mengunjungi 'Ain Madhi guna melaksanakan isyarat yang diberikan sayyid tersebut (al-Wanjaly) . kemudian Beliau datang ke Kota Tilimsan lalu menetap disana . yaitu pada tahun 1181 dari Hijrah Kenabian . Dan pada tahun 1186 Hijriyyah Beliau berangkat dari kota Tilimsan . menuju ke Kota Haram (Makkah) untuk melaksanakan haji ke Baitullah (Rumah Allah/Ka'bah) dan mengunjungi makam Nabi SAW Yang terpilih . maka, pada saat Beliau sampai di Kota Azwawy . Beliau mendengar keberadaan Junjunganku Abi Abdillah bin Abdir Rohman al-Azharyi . kemudian Beliau menemuinya serta mengambil darinya Thoriqoh al-Khalwatiyyah . dan sesampainya di Ibu Kota Tunis, Beliau menetap disana, dan juga didaerah susah . dalam masa satu tahun penuh . pada saat inilah Beliau berjumpa dengan Tuanku Abdus Shomad al-Rohawy . yaitu salah satu murid wali Quthb Negara itu . kemudian memintanya untuk mempertemukan Beliau dengan wali Quthb yang agung . akan tetapi ia (Abdus Shomad) menolak dan memberikan alasan kepada Beliau bahwa wali Quthb tidak mengizinkan siapapun
untuk menemuinya kecuali empat orang . dan dia salah satu dari mereka . pada saat itulah junjunganku Abil faidh al-Tijany mengirim utusan . kepada wali Quthb yaitu seorang yang dicintai yang pergi bersama tuanku Abdus Shomad tadi . maka utusan tersebut diterima wali Quthb dengan penerimaan yang baik . dan Ia berkata :"Orang yang dicintai mengirim utusan orang yang dicintai . sebagai Ungkapan kebahagian dan sebagai isyarat ketuhanan"
Ya Allah Kumpukanlah kami Dalam Golongan Abil Faidl At-Tijaany
Tolonglah kami Dengan Madad Dari Khatmil Auliya Kitmaany

Kemudian Beliau (Syeikh Ahmad RA) bersiap-siap pergi ke Kota Kairo . dengan tujuan menemui Syeikh Tuanku Mahmud al-Kurdy, maka sampailah Beliau disana dengan selamat dan afiat . dan pada waktu pertama kali junjunganku (Syeikh Ahmad RA) menjumpai Syeikh Mahmud al-Kurdy, ia berkata kepada Beliau : . "Engkau dicintai Allah di dunia dan akhirat" . Junjunganku pun (Syeikh Ahmad RA) Bertanya padanya:"dari mana anda mengetahui Hal ini . dan Ia (Syeikh Mahmud al-Kurdy) Berkata pada Beliau:"Dari Allah" . kemudian setelah beberapa hari ia (Syeikh Mahmud al-Kurdy) bertanya kepada Beliau:"Apa yang engkau cari"? . Beliau (Syeikh Ahmad RA) menjawab :"Kewalian Quthb yang tertinggi . ia (Syeikh Mahmud al-Kurdy) berkata kepada Beliau:"Untukmu Lebih dari itu" . Selanjutnya Beliau bersiap-siap berangkat menunaikan ibadah Haji . maka sesampai Beliau di Kota Makkah Yang dimuliakan pada bulan Syawal tahun 1187 dari Hijriyyah . Beliau belajar dengan Syeikh al-Imam Abil 'Abbas Tuanku Muhammad bin Abdullah al-Hindy . dari Dia, Beliau mendapat beberapa Ilmu dan Asroor . dan juga beberapa hikmah dan anwaar . sedangkan beliau tidak dapat bertemu langsung dengannya . hanya melalui surat yang beliau kirimkan bersama pembantunya . karena ia tidak di izinkan seseorang sama sekali . dan ia berkata pada beliau dengan tuisan:"Engkau adalah pewaris Ilmuku, Asror-asrorku, pemberian tuhan padaku dan juga seluruh anwarku . kemudian ia mengkhabari bahwa beliau harus mencapai kedudukan Syeikh Abil Hasan al-Syaadzily RA . setelah beliau menyelesaikan ibadahnya dan juga telah menyempurnakan hajinya yang mabrur

(baik) . serta sa'inya yang masykur (diterima) . beliau berangkat menuju Kota Madinah untuk mengunjungi makam Nabi yang Baik . dan sesampainya disana, beliau memasukinya dengan rasa hormat, tenang serta mengagungkannya . setelah selesai ziarah kemakam Nabi SAW, Beliau melanjutkan perjalanan mengunjungi al-Quthb al-Kabir (Wali Quthb yang Agung) yang terkenal dengan sebutan al-Samaan . maka disaat Beliau bertemu al-Quthb al-Kabir, ia memberitahukan kepada beliau semua keadaan dan peristiwa yang akan Beliau alami serta akhir dari perjalanan Beliau . dan juga mewartakan bahwa sesungguhnya beliau adalah al-Quthb al-Jami' . kemudian ia berkata kepada junjunganku RA: "mintalah apa yang kau inginkan" . maka beliau meminta darinya beberapa hal . dan ia (al-Quthb al-Kabir) membantu beliau untuk mendapatkannya . selanjutnya beliau kembali ke Kota Kairo untuk mengunjungi guru beliau Syeikh Mahmud al-Kurdy . dan di saat beliau akan pindah kembali ke Maroko, guru beliau memberi izin kepada beliau untuk menyebarkan Thoriqoh al-Kholwatiyyah . akan tetapi beliau (Syeikh Ahmad Tijany) menolak, lalu Syeikh Mahmud al-Kurdy berkata: . "tuntunlah manusia . dan aku yang menanggung" . maka beliau berkata: "baik" . kemudian Syeikh Mahmud al-Kurdy menuliskan ijazah (izin) dan sanad Thoriqoh kepada beliau . selanjutnya beliau kembali ke Kota Tilimsan . dan sesampai di sana, beliau menetap beberapa saat . kemudian pindah menuju ke daerah al-Shahra' pada tahun 1196 . dan beliau menetap di desa al-Syalalah . beliau pun tinggal di sana beberapa saat . kemudian pindah ke Atwat dengan tujuan ziaroh . maka
beliau menemui sebagian wali di kota tersebut dan meminta darinya beberapa hal yang khusus . kemudian beliau kembali lagi ke Desa Abi Samghun dan menetap di sana

Ya Allah Kumpukanlah kami Dalam Golongan Abil Faidl At-Tijaany
Tolonglah kami Dengan Madad Dari Khatmil Auliya Kitmaany

Maka saat telah datang waktu terbitnya kewalian . di Desa Abi Samghun dan Syalalah . terjadilah di sana al-Fath yaitu beliau meihat dengan kedua mata, Nabi sumber kasih sayang dan penolong Umat SAW . dan Nabi mengizinkan Beliau mangajar kepada makhluq setelah Beliau menghindari bertemu dengan mereka . karena perhatian Beliau pada diri sendiri . dan enggan mengaku menjadi guru . sehingga Beliau memperoleh Izin dari Nabi Muhammad SAW di saat terjaga, bukan dalam mimpi . untuk mendidik makhluq secara umum dan mutlak . dan Rosulullah SAW menjelaskan kepada beliau . sesungguhnya Rosululah SAW adalah guru, pendidik dan penanggung Beliau . dan juga Rosulullah SAW memerintahkan beliau mentalqin wiridnya yaitu membaca Istighfar dan membaca Sholawat atas Rosulullah SAW pada tahun 1200 yang bertepatan dengan ke-50 tahun umur Beliau RA . Rosululah SAW menyemprnakan kepada Beliau dengan mentalqin wirid hailalah (setelah Istighfar dan Sholawat) . dan Rosulullah SAW memerintahkan Beliau untuk meninggalkan seluruh yang Beliau dapat dari guru-guru Thoriqoh dan pemuka-pemuka Ahli Tawawuf . karena jika telah datang sungai Tuhan, maka pasti tidak berguna sungai pegunungan . dan pada bulan Muharrom tahun 1214 beliau mencapai pangkat al-Quthbaniyyah al-'udzma . dan pada tanggal 18 Shofar tahun tersebut . Beliau mencapai kedudukan al-Khatm dan al-Katm yang kedua-duanya hanya di miliki oleh Khotim Wilayah al-Khoossoh . dan sebagian dari santri Beliau memperingati hari ini sebagi hari raya al-Khotmi ('Idul Khotmi) . dan sesungguhnya tidak ada keistimewaan untuk berpisah jika ditemui jalan

penghubung dengan pemilik al-Syafa'ah al-'Udzma (Nabi Muhammad SAW)
"Tuhanku, limpahkan Rahmat-Mu atas manusia
Penerima tujuh ayat, dua kali engkau firmankan atasnya"
"Limpahkan pula Rahmat-Mu bagi Keluarga dan Sahabat Nabi-Mu
Juga atas Quthbi Tijaany kasih-Mu"
"Hai, engkau yang ingin mencapai cita-cita dambaan hati
Tetaplah engkau hadapkan diri pada Quthbi Tijaany"
"Bila beruntung engkau dekatnya
Untukmu suka cita hati dan kesentosaan jiwa"
"Adakah tidak, jika ia seorang Imam
Quthbi para Quthbi zaman"
"Penerima anugrah keutamaan dari Allah
Yang tiada duanya di alam"
"Ia naiki puncak martabat




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar